Foto dari artikel resmi Persija tentang Persija U-18

Persija U-16, U-18, dan U-20 Tunjukkan Produktivitas di EPA ONE

Tim-tim akademi Persija melewati pekan kedua EPA ONE 2026/2027 dengan hasil yang memperlihatkan produktivitas dan peluang untuk terus berkembang. Persija U-18 mencatat dua kemenangan atas Java United U-18, sedangkan kelompok U-16 dan U-20 juga meraih hasil positif dalam rangkaian pertandingan pekan tersebut.

Persija U-18 menang 9-0 pada laga pertama pada 10 Oktober, kemudian melanjutkan hasil baik dengan skor 3-0 sehari berikutnya. Hasil tersebut menunjukkan kemampuan tim memanfaatkan peluang, tetapi angka besar tetap perlu dibaca bersama konteks permainan dan kualitas keputusan yang dibuat pemain.

Produktivitas lahir dari kerja kolektif

Gol sering mendapat perhatian terbesar, namun serangan yang efektif dimulai jauh sebelum penyelesaian akhir. Pergerakan tanpa bola, timing umpan, dukungan dari lini kedua, serta kemampuan menjaga penguasaan saat lawan menutup ruang semuanya berperan. Pemain muda perlu belajar bahwa peluang yang bagus biasanya dibangun melalui serangkaian keputusan tepat, bukan aksi individu semata.

Hasil berbeda pada dua pertemuan juga memberi pelajaran tentang penyesuaian. Ketika lawan memilih bertahan rapat, tim harus sabar mengalirkan bola, memindahkan titik serangan, dan tidak terburu-buru melepaskan umpan berisiko. Ketika ruang terbuka, pemain harus mengenali momen untuk mempercepat tempo. Membaca situasi seperti ini merupakan bagian penting dari pembinaan.

Evaluasi tetap diperlukan setelah menang

Pelatih Persija U-18 Ramdani Lestaluhu menilai para pemain telah menjalankan strategi dengan baik, tetapi masih ada aspek individual yang perlu diperbaiki. Pendekatan tersebut sejalan dengan tujuan akademi: hasil kompetitif memberi motivasi, sedangkan evaluasi membantu pemain memahami bagaimana berkembang.

Di usia pembinaan, konsistensi teknik dasar dan pemahaman permainan sama pentingnya dengan hasil. Pemain harus belajar mempertahankan konsentrasi ketika unggul, bereaksi cepat setelah kehilangan bola, dan berkomunikasi dengan rekan setim. Detail tersebut akan semakin menentukan ketika mereka naik menghadapi lawan yang lebih kuat.

Jalur dari akademi ke tim utama membutuhkan waktu, kompetisi, dan dukungan lingkungan yang tepat. Tidak setiap pemain berkembang pada kecepatan yang sama, sehingga pelatih perlu memberi umpan balik sesuai kebutuhan individu. Bagi Persija, pekan yang produktif ini menjadi modal untuk melanjutkan proses, bukan alasan untuk berhenti mengevaluasi.

Gambar unggulan merupakan ilustrasi sepak bola usia muda. Sumber: Persija Media.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • SUPER138
  • Scroll to Top